Dari
SM-3T daku belajar.
Belajar
segala hal.
Belajar
tentang arti kehidupan ini.
Dari
SM-3T daku belajar.
Belajar
untuk menjadi guru pribadi.
Belajar
untuk menjadi dokter pribadi.
Belajar
untuk menjadi seorang imam.
Belajar
untuk menjadi perawat diri.
Belajar
untuk menjadi penghibur hati.
Belajar
untuk menjadi ayah sendiri.
Belajar
untuk menjadi muslim sejati.
Di
tengah minoritas ini,
Daku
coba bangkit.
Daku
coba menyirai.
Ungkapan
Sunyi.
Di
tengah krisis keintelektualan ini.
Daku
coba tebang.
Melalui
tangan budi.
Terima
Kasih SM-3T Indonesia,
Cerdaslah
Indonesia!
Jayalah
Indonesia!
Makmurlah
negeriku!
(Kamis,
27 Agustus 2015 jam 15.16 WIT di Rumah Dinasku, Desa Kuadas)